Friday, 22 July 2016

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan Akan Menyingkirkan Militer Dari "virus" Subversi.

Adegan dari upaya kudeta di Turki.


Presiden Turki pada hari Rabu mengumumkan keadaan tiga bulan darurat menyusul upaya kudeta yang gagal, menyatakan ia akan menyingkirkan militer dari "virus" subversi dan memberikan pemerintah menyapu kekuasaan untuk memperluas tindakan keras yang sudah termasuk penangkapan massal dan penutupan dari ratusan sekolah.

Presiden Recep Tayyip Erdogan, yang dituduh melakukan otokratis sebelum pemberontakan, mengatakan langkah tersebut akan mengatasi ancaman terhadap demokrasi Turki. Mungkin mengantisipasi kegelisahan investor, Erdogan mengkritik Standard & Poor untuk penurunan peringkat kredit untuk Turki lebih ke status "junk" dan mengatakan negara itu akan tetap disiplin finansial.




Presiden tidak mengumumkan rincian, tetapi ukuran keamanan bisa memfasilitasi penahanan lebih lama bagi banyak dari hampir 10.000 orang yang telah ditangkap sejak pasukan keamanan loyalis dan demonstran membatalkan pemberontakan yang dimulai Jumat malam dan berakhir hari Sabtu.



"Langkah ini sama sekali tidak bertentangan dengan demokrasi, hukum dan kebebasan," kata Erdogan dalam pidato televisi nasional setelah pertemuan dengan para menteri kabinet dan penasihat keamanan.



Keadaan pengumuman darurat perlu diterbitkan dalam lembaran negara dan anggota parlemen harus menyetujui untuk itu akan berlaku, menurut analis.

Dikutip dari : msnbc.com

Ada Beberapa Sikap Netizen Indonesia Terhadap Presiden Turki Erdogan

Salah satu peristiwa penting bagi netizen Indonesia yaitu upaya kudeta presiden Turki Recep Tayyip Erdogan, oleh pihak militer.

Mengapa bisa begitu? mereka sampai lupa bikin Hashtag #PrayForNice untuk tragedi teror truk di Nice city, Prancis, pada Kamis, 14 Juli 2016 yang menewaskan lebih dari 80 orang.

Biasanya, bila ada kejadian-kejadian serupa, hashtag yang ada paipor-praipo gitu langsung bertaburan bagaikan bunga yang mekar di guruh (hahaha.....), langsung mengalir deras dari jari-jemari netizen. Bahkan ada yang sampai dibela-belain pasang foto profil gambar bendera segala.

Presiden Erdogan ini sangat luar biasa. Sebagai orang Turki kedua yang dikenal oleh banyak orang Indonesia setelah Hakan Sukur (pemain sepak bola Turki), kiprah dan kisahnya telah membuat orang-orang di Indonesia kian sibuk dengan berbagi argumen tentangnya di Sosmed (Media Sosial). Bahkan Erdogan sukses membuat pak Jokowi jadi figuran di negeri sendiri.

Ini dia beberapa respon netizen Indonesia terhadap Erdogan ini.

1. Netizen Yang Suka Erdogan

Ini dia netizen yang begitu mencintai Erdogan. Merekalah orang-orang yang pertama kali menuliskan kalimat “Allahu Akbar” di kolom komentar berita tentang Erdogan.

Bagi netizen ini, Erdogan adalah panutan pemimpin yang bisa membawa dunia pada kejayaan Islam, bisa diharapkan dan sosok yang kompete. Mampu membuat suasana sholat subuh di Istanbul bagaikan suasana sholat Jumat.


Siapa yang membela Erdogan pastilah sedang membela kebenaran, dan siapapun yang menentang Erdogan pastilah antek zionis dan musuh Tuhan. Netizen ini mengangap bahwa Erdogan sedang berjuang di jalan yang benar.

Kalau Erdogan memiliki akun Twitter atau channel Youtube mereka pasti bakal follow dan subscribe.

<1=2>

Ada Beberapa Sikap Netizen Indonesia Terhadap Presiden Turki Erdogan.


2. Netizen Anti Erdogan

Inilah netizen yang begitu anti dengan yang namanya Erdogan. Mereka manganggap bahwa kebaikan Erdogan hanyalah pencitraan belaka. Tidak ada kebaikan di sisi manapun diri Erdogan.
Mereka yakin, bahwa Erdogan adalah Presiden anti kritik, otoriter, diktator berkedok agama, antek ISIS dan lain sebangsanya. Netizen ini juga mengangap bahwa kudeta militer Turki terhadap Erdogan.

3. Netizen Netral Erdogan

Ini dia Netizen yang paling mantap. Mengapa paling mantap? Netizen ini berisi orang-orang yang cara berpikirnya tinggi, analis, dan orang-orang yang rajin membaca, sehingga paham benar dengan peta politik internasional.

Mereka bisa menyikapi konflik dengan bijak dan jernih. Mereka tidak pernah menjelek-jelekkan Erdogan di Media Sosial, juga tak pernah memuji Erdogan secara berlebihan.
Netizen netral Erdogan sadar bahwa Erdogan adalah manusia biasa yang dibalik prestasinya akan selalu punya cela, dan dibalik keburukannya akan selalu punya karya.

4. Netizen Blank Erdogan


Netizen-netizen yang ini tidak tahu apapun sama sekali, siapa Erdogan dan apa itu Erdogan, mungkin mereka juga tidak mau tahu apa apa tentang erdogan. Mereka ini sering dianggap sebagai netizen yang nggak update. Namun netizen inilah yang paling santai dan tidak memiliki beban pikiran yang menyangkut tentang erdogan. Hanya enjoy bersama gadget atau secangkir kopi hitam di tabuti pasir pantai. Hahahahah......
<1=2>

Wednesday, 20 July 2016

Pokemon Go Telah Sampai di Komplek Istana Kepresidenan

Permainan Pokemon Go sudah mewabah kemana-mana, tidah hanya di mainkan oleh masarakan namun kalangan pejabat negara juga banyak yang memainkan games virtual ini.

Games virtual Pokemon Go ini meski belum resmi dirilis di Indonesia, berbagai kalangan demam permainan yang diadaptasi dari serial animasi‎ tersebut. Salah satu pejabat negara yang memainkan permainan ini adalah Sekretaris Kabinet Pramono Anung.

"Anakku main. Saya ada aplikasinya, jadi bisa lihat (Pokemon)," kata Pramono di kantornya, komplek Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Jumat (15/7/2016) dikutip dari suara.com.

"Di Istana juga ada tuh, Pokemon-nya. Kalau di rumah Pokemon-nya cupu-cupu. Nah, di Monas Pokemon-nya top. Cuma memang kalau mainnya tidak hati-hati bisa bahaya," ujar dia.

‎"Di kita masih dilihat kedudukan dan jabatan, orang itu bisa gampang tinggalkan yang bersangkutan. Kalau Pokemon Go seperti orang yang jadi media darling, apapun orang itu lakukan benar. Kalau sudah tidak, apapun yang dilakukan jadi salah," tandasnya.

Meskipun memiliki aplikasi Pokemon Go, Pramono mengaku jarang memainkannya karena sibuk bekerja.

Trik Psikologis di Balik Kesuksesan Pokemon Go

Norris, kepala konten berbasis di Brighton badan digital Rocketmill, berbicara tentang Pokemon Go. Ini adalah augmented reality game mobile baru, dan itu mengambil perhatian dunua. Aplikasi yang telah tersedia di AS dalam waktu kurang dari seminggu telah di serbu sampai jutaan download. Aplikasi ini memungkinkan pemain melacak dan "menangkap" Pokemon virtual yang muncul di suatu tempat di dunia di sekitar mereka.

Meski belum resmi tersedia di Inggris, pemain bersemangat seperti Norris telah mampu menginstal aplikasi melalui beberapa workarounds teknis. "Pada dasarnya alasan saya download itu karena banyak teman-teman saya di Amerika telah menjadi gila untuk hal itu," kata Jon Norris. Dikutip dari bbc.com

Aplikasi belum tenar tanpa kontroversi. Beberapa orang telah menyuarakan keprihatinan atas fakta bahwa ia dapat memiliki akses yang sangat luas untuk data pengguna, dari e-mail, sejarah pencarian, dan Google Drive ketika pengguna memberikan akses ke akun Google mereka pada perangkat iOS.

Jadi apa daya tarik terbesarnya? Dan mungkin keberhasilannya telah diprediksi?

Psikolog Andrew Przybylski di Oxford Internet Institute telah mempelajari atribut apa yang penting bagi games untuk memiliki kesempatan menjadi sukses. Ini dimulai dari apakah mereka bertahan pada tingkatan yang tepat dari kesulitan bagi para pemain untuk berapa banyak yang mereka bangun, atau memelihara, dan berinteraksi sosial dengan orang lain, dan ia berpikir salah satu faktor penting adalah 'pembatas' penerimaan untuk memiliki waktu yang baik.

Sebuah fitur penting dari Pokemon Go, yaitu bergantung pada teknologi saat ini, yang sudah tidak asing lagi, dan telah banyak orang yang memiliki serta sudah akrab dengan smartphone dan GPS. Bandingkan dengan geocaching (activities luar ruangan di mana para Peserta using Global Positioning System (GPS) yang memerlukan pengetahuan yang lebih maju dari GPS (bahkan sebuah array peralatan fisik).

"Orang-orang telah belajar bagaimana menggunakan ponsel mereka, seperti mereka tahu bagaimana menggunakan tubuh mereka saat bermain tenis. Anda bisa terjun ke dalamnya dengan sangat mudah," setuju Norris.

Psikolog mulai memahami mengapa menggunakan media sosial sangat menyenangkan, dan salah satu aspek menarik adalah kesempatan untuk kerajinan dan bereksperimen dengan rasa seseorang diri. Kami melakukan ini secara offline juga, tapi secara online kami yang ditawarkan kemungkinan berbeda dan manfaat potensial yang berbeda, seperti teman-teman baru atau peningkatan tingkat interaksi.

Menariknya, ada banyak cerita online pemain Pokemon Go yang bertabrakan satu sama lain ketika berburu permainan, jelas mendorong interaksi sosial baik melalui web dan tatap muka, yang tidak biasa.

Berbicara secara online pasti tampaknya mencerminkan esensi dari mantra Mark Zuckerberg bahwa media sosial harus mengaktifkan "berbagi gesekan", aktivitas tersebut akan terjadi secara alami dan menarik, langsung dengan kebutuhan dan keinginan pengguna.

Sunday, 17 July 2016

Anggota KPA Kembali ke Dalam Satu Barisan


Banda Aceh - Juru Bicara KPA, Mukhlis Abee, meminta seluruh anggota KPA yang selama ini berada dalam tim pemenangan pasangan calon Gubernur lainnya untuk segera menarik diri.

"Kita minta seluruh anggota KPA pendukung Mualem yang selama ini meminta izin berada di tim kandidat lain untuk mengambil logistik serta beragam alasan lainnya, untuk menarik diri. Kembali ke dalam satu barisan serta menunjukan indetitas asli sebagai pendukung Mualem di pilkada 2017 nanti," ujar Mukhlis Abee.

"Jangan lagi berpura pura. Ini waktunya bersikap," ujar Mukhlis Abee. Menurutnya, jika dalam waktu yang ditentukan, mereka (anggota KPA-red) juga tak bersikap, maka posisi mereka dianggap sebagai bagian tim yang disusupi selama ini.

"Ini khusus bagi mereka yang telah meminta izin untuk berada di tim lain selama ini. Ada sejumlah nama. Nama nama ini lah yang kita mita kembali ke satu barisan. Jika memang tak kembali, kita akan menganggap mereka bagian dari tim itu serta bukan lagi menyusup," ujarnya.

Sebelumnya, Mukhlis Abee dan KPA Aceh Rayeuk juga menggelar pertemuan khusus dengan Mualem, Sabtu malam 15 Juli 2017.
Sumber : MEDIAACEH.CO